Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

CUMA DI BR, NULIS DAPET Rp.100.000

PELUANG PENGHASILAN SAMPINGAN Telah rilis portal online www.BahasaRakyat.com sebagai ajang untuk memberikan opini bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan motto, “Membangun Bahasa yang Objektif, Inspiratif, dan Penuh Argumentatif”, Bahasa Rakyat (BR) membuka kesempatan kepada siapapun untuk menjadi penulis aktif di dalamnya. Ada reward sebesar Rp. 100.000 bagi pengirim naskah tulisan dengan ketentuan sebagai berikut : Setiap artikel “yang diposting” di web Bahasa Rakyat (BR) sama dengan satu poin angka.Reward Rp. 100.000 dapat dicairkan apabila sudah terkumpul 50 poin, artinya ada 50 artikel anda yang sudah dipublikasikan di web Bahasa Rakyat (BR).Tidak ada ketentuan dalam batasan waktu, sehingga anda tidak terburu-buru untuk mengirimkan naskah. Selama apapun anda mengumpulkan 50 poin, reward akan tetap cair ke rekening anda.Adapun ketentuan penulisan artikel harus mencakup persyaratan berikut : Bebas dari plagiasi. Jika tertangkap alat pendeteksi plagiar…

FUNGSI DAN TUGAS JURNALIS

Fungsi dan tugas jurnalistik sesuai dengan undang-undang poko pers Bab. II pasal 3 adalah sebagai berikut: a. Pers nasional berfungsi sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial. b. Disamping fungsi tersebut, pers nasional dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi. Dari undang-undang tersebut dapat dijelaskan bahwa jurnalistik berfungsi menghimpun, mengolah dan menyalurkan informasi melalui media masa di mana dia bekerja. Bidang kerja jurnalistik yaitu pada pendidikan, hiburan maupun kontrol sosial masyarakat. Pers dapat berfungsi sebagai lembaga ekonomi, hal ini mengandung maksud bahwa dalam bertugas pers dapat mengatas namakan atau diberi tugas oleh lembaga tempat kerja (perusahaan penerbitan) atau yang bersangkutan dapat mendirikan perusahaan sendiri. Sebagai kontrol sosial, dimaksudkan bahwa pers harus memperjuangkan hak-hak rakyat. Ikut membangun masyarakat melalui penegakan hukum dan hak asasi manusia serta melakukan pengawasan, kritik, koreksi dan saran terhadap …

PENGERTIAN JURNALISTIK

Gambar
Kata jurnalistik, berasal dari kata jurnalism atau jurnalisme yang berarti kegiatan mengumpulkan berita. Juga berarti kegiatan mempoduksi surat kabar. Dengan kata lain jurnalisme mengandung maksud kegiatan yang dilakukan oleh seorang wartawan. Sedangkan kata jurnalistik dapat diartikan sebagai sesuatu hal yang berkaitan dengan pekerjaan kewartawanan. Pengertian yang berkembang di dalam masyarakat, istilah jurnalistik sama dengan jurnalisme yaitu kegiatan untuk mempersiapkan, mengedit dan menulis untuk dipublikasikan melalui media masa baik media cetak maupun media elektronik. Yang dimaksud media cetak adalah surat kabar, majalah dan lain-lain, sedangkan media elektronik yaitu siaran radio, siaran TV, Film dan saat ini berkembang dalam bentuk digital yaitu jaringan komputer atau internet.



Masih banyak pengertian-pengertian tentang istilah jurnalistik yang berkembang di masyarakat. Guna lebih memperjelas pemahaman tentang istilah jurnalistik, berikut ini disampaikan berbagai pengertian …

TUGAS WARTAWAN

Waktu kecil SD lagi cita-cita saya adalah menjadi wartawan. Kenapa? Wartawan, penulis, baik penulis berita maupun non fiksi. Ada istilah "Mata pena lebih tajam dari mata Pedang". Wartawan itu artinya pembawa berita atau pewarta. 

Dengan tulisan seseorang bisa membuah perubahan besar, bahkan kita ke tingkat negara bahkan dunia. Jadi profesi ini tidak bisa dianggap sepele.  

Tugas dan tanggung jawab profesi ini amat penting.
Cuma Wartawan ini terbagi kepada 2 golongan:

Pembawa kebenaran tapi ada juga yang "Berbohong" tentang kebenaran. Tahu sendiri demi sesuap nasi kadang bisa memutarbalikkan fakta. Minimal yang ada bayaran saja yang di muat/naik cetak.Tapi kalau di sebut sebagai pekerjaan "pelarian" saya rasa perlu dibuat pengkajian dan penelitian tentang kebenarannya. Di golongan manakan anda berada? Jawab sendiri masing-masing. Biar nggak ada yang tersinggung.

Sekarang ini banyak wartawan, atau reporter. Sejak tren dan menjamurnya gadget dan handph…

FUNGSI WARTAWAN

Sedikitnya ada delapan fungsi yang harus dijalankan wartawan di tengah-tengah maraknya informasi di berbagai media.
Dalam buku Blur: How to Know What’s True in the Age of Information Overload karya Bill Kovach dan Tom Rosenstiel, tugas wartawan yang pertama yakni, authenticator, yakni konsumen memerlukan wartawan yang bisa memeriksa keautentikan suatu informasi. Kedua adalah sense maker yakni menerangkan apakah informasi itu masuk akal atau tidak. Tugas ketiga, investigator yakni wartawan harus terus mengawasi kekuasaan dan membongkar kejahatan. Keempat adalah witness bearer yakni kejadian-kejadian tertentu harus diteliti dan dipantau kembali dan dapat bekerja sama dengan reporter warga. Adapun tugas kelima adalah empowerer yakni saling melakukan pemberdayaan antara wartawan dan warga untuk menghasilkan dialog yang terus-menerus pada keduanya. Keenam adalah smart aggregator yakni wartawan cerdas harus berbagi sumber berita yang bisa diandalkan, laporan-laporan yang mencerahkan, bukan hany…

EKSKUL JURNALIS

Ekskul Jurnalistik adalah salah satu ekskul yang ada di sekolah tingkat pertama dan sekolah tingkat atas dan tingkat perguruan tinggi/universitas. Ekskul Jurnalistik diadakan di luar jam belajar sesuai kurikulum standar.  Kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik ditujukan agar siswa dapat mengembangkan kepribadian, bakat, dan kemampuannya di berbagai bidang di luar bidang akademik. Kegiatan ini diadakan secara swadaya dari pihak sekolah maupun siswa-siswi itu sendiri untuk merintis kegiatan di luar jam pelajaran sekolah. Selain ekskul Jurnalistik terdapat pula bidang-bidang ekskul lainnya yang  dapat berbentuk kegiatan pada seni, olahraga, pengembangan kepribadian, dan kegiatan lain yang bertujuan positif untuk kemajuan dari siswa-siswi itu sendiri. Berikut beberapa contoh ekstrakurikuler yang di adakan di sekolah-sekolah di Indonesia:
Olahraga Bola BasketBola VoliFutsalSepak Bolabulu tangkisBeladiri JudoKaratePencak silatPecinta AlamTakrawTarung derajatTaekwondoKeagamaan (Penda…

AGAR JURNALIS TAK TERSANDUNG HUKUM

Barangkali hampir semua aspek kehidupan manusia diatur oleh hukum dengan cakupan hak dan kewajiban yang melekat di dalamnya. Tak terkecuali profesi jurnalis. Pekerjaan untuk membuat sebuah pemberitaan juga dibungkus dengan tetek bengek aturan. Dari mulai etika hingga peraturan hukum, yang tentunya mengandung resiko.

Dari suatu pemberitaan, tentu ada yang suka tapi tak sedikit yang tak suka. Bagi yang tak suka karena merasa dirugikan, bermacam cara bisa dilakukan, sesuai dengan koridor hukum. Malahan ada yang dilakukan melalui aksi kekerasan ala preman.
Judul : Panduan Hukum Untuk Jurnalis Penulis : Jajang Jamaludin, Hadi Rahman, Margiyono, M. Zainuri Penerbit : AJI Jakarta dan Kedutaan Besar Amerika, Desember 2005 Halaman : 214 + xiii
Jalur hukum yang ditempuh bisa bermacam-macam, dari mulai peringatan lewat somasi sampai gugatan per data hingga tuntutan pidana. Untuk menghindarinya, jurnalis seyogianya menulis suatu pemberitaan sesuai dengan kaedah jurnalistik dan memiliki p…

KODE ETIK JURNALISTIK

Untuk menjamin kemerdekaan pers dan memenuhi hak publik untuk memperoleh informasi yang benar, wartawan Indonesia memerlukan landasan moral dan etika profesi sebagai pedoman operasional dalam menjaga kepercayaan publik dan menegakkan integritas serta profesionalisme. Atas dasar itu, wartawan Indonesia menetapkan dan menaati Kode Etik Jurnalistik:
1. Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang, dan tidak beritikad buruk.
2. Wartawan Indonesia menempuh cara-cara yang profesional dalam melaksanakan tugas jurnalistik.
3. Wartawan Indonesia selalu menguji informasi, memberitakan secara berimbang, tidak mencampurkan fakta dan opini yang menghakimi, serta menerapkan asas praduga tak bersalah.
4. Wartawan Indonesia tidak membuat berita bohong, fitnah, sadis, dan cabul.
5. Wartawan Indonesia tidak menyebutkan dan menyiarkan identitas korban kejahatan susila dan tidak menyebutkan identitas anak yang menjadi pelaku kejahatan.
6. Wartawan Ind…

SEJARAH KODE ETIK JURNALISTIK

Sejarah perkembangan Kode Etik Jurnalistik di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari sejarah perkembangan pers di Indonesia. Jika diurutkan, maka sejarah pembentukan, pelaksanaan, dan pengawasan Kode Etik Jurnalistik di Indonesia terbagi dalam lima periode. Berikut kelima periode tersebut:

1. Periode Tanpa Kode Etik Jurnalistik
Periode ini terjadi ketika Indonesia baru lahir sebagai bangsa yang merdeka tanggal 17 Agustus1945. Meski baru merdeka, di Indonesia telah lahir beberapa penerbitan pers baru. Berhubung masih baru, pers pada saat itu masih bergulat dengan persoalan bagaimana dapat menerbitkan atau memberikan informasi kepada masyarakat di era kemerdekaan, maka belum terpikir soal pembuatan Kode Etik Jurnalistik. Akibatnya, pada periode ini pers berjalan tanpa kode etik.

2. Periode Kode Etik Jurnalistik PWI tahap 1
Pada tahun 1946, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dibentuk di Solo, tapi ketika organisasi ini lahir pun belum memiliki kode etik. Saat itu baru ada semacam k…

PENGERTIAN WARTAWAN

Pengertian Wartawan adalah orang yang pekerjaannya mencari, mengumpulkan, memilih, mengolah berita dan menyajikan secepatnya kepada masyarakat luas melalui media massa, baik yang tercetak maupun elektronik. Yang dapat disebut sebagai wartawan adalah reporter, editor, juru kamera berita, juru foto berita, redaktur dan editor audio visual.
Pengertian Wartawan Freelense adalah orang yang tidak terikat oleh lembaga media massa, akan tetapi karyanya dimuat di media massa. Wartawan ini bersifat independen. Pengertian Wartawan Newsgetteradalah orang yang bekerja atau terikat pada salah satu media massa yang perkerjaannya memilih atau menyeleksi berita-berita yang akan dimuat di media tempat orang tersebut bekerja. Wartawan newsgetter ini tidak independe, akan tetapi terikat pada aturan main media tempat dia bekerja. Wartawan adalah reporter, editor dan juru kamera berita. Reporter adalah orang yang mencari, menghimpun dan menulis berita. Editor adalah orang yang menilai, menyunting …

DEFINISI JURNALIS

Wartawan atau jurnalis atau pewarta adalah seseorang yang melakukan kegiatan jurnalistik atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media massa secara teratur. Laporan ini lalu dapat dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet. Wartawan mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporannya; dan mereka diharapkan untuk menulis laporan yang paling objektif dan tidak memiliki pandangan dari sudut tertentu untuk melayani masyarakat.
Istilah jurnalis baru muncul di Indonesia setelah masuknya pengaruh ilmu komunikasi yang cenderung berkiblat ke Amerika Serikat. Istilah ini kemudian berimbas pada penamaan seputar posisi-posisi kewartawanan. Misalnya, "redaktur" menjadi "editor."
Pada saat Aliansi Jurnalis Independen berdiri, terjadi kesadaran tentang istilah jurnalis ini. Menurut aliansi ini, jurnalis adalah profesi atau penamaan seseorang yang peker…